Kamis, 04 Juni 2015

Selalu Bersikap Optimis


Selalu Bersikap OptimisUntuk  menjadi  seorang  Wirausahawan  bekal  utamanya  yaitu  bersikap optimis  sebagai  langkah  awal  dalam  menjalankan  usaha.  Dengan  penuh keyakinan  dan  berpikiran  positif,  maka  akan  berefek  positif  dalam  diri Anda.  Dalam  menjalankan  usaha  Anda  akan  diselimuti  keoptimisan  diri  dan semangat  yang  tinggi  dalam  bekerja.  Berawal  dari  pemikiran  dan  sikap yang  optimis  serta  tidak  mudah  putus  asa  akan  menjadi  power  (kekuatan) dalam  menjalani  persaingan  usaha.
Pemikiran  dan  tindakan  pesimis  hanya  membuat  seseorang  mudah menyerah.  Jadi,  bagaimana  mungkin  ia  akan  menggapai  kesuksesan? Ingat,  kegagalan  bukanlah  di  saat  kita  gagal  dalam  mencoba,  melainkan ketika  kita  berhenti  berusaha  untuk  lebih  baik  lagi  terhadap  apa  yang  kita lakukan.
Kisah  Asmara  Dua  Sejoli
Kisah  asmara  sepasang  muda-mudi  berikut  ini  akan  menjelaskan perlunya  sikap  optimis  dalam  menjalani  hidup  dengan  mengesampingkan pemikiran-pemikiran  negatif  yang  akan  membawa  seseorang  pada  sikap pesimis.  Kisah  ini  menggambarkan  bagaimana  sikap  pesimis  menyebabkan kisah  asmara  itu  kandas  begitu  saja. Tragedi  itu  bermula  ketika  si  pemuda  harus  pergi  berjuang  ke  medan perang.  Pada  saat  menghadapi  peperangan,  kaki  kanannya  putus  terkena bom.  la  merasa  tidak  lagi  pantas  memiliki  gadis  pujaan  hati  karena  cacat kaki.  Terpaksa  ia  meminta  bantuan  temannya  agar  memberitahu  kekasihnya  itu  bahwa  ia  sudah  gugur  di  medan  peperangan.
Pasca kejadian  itu,  si  pemuda  justru  melalui  hari-hari  dengan  keputusasaan  karena  ia  masih  sangat  mencintai  wanita  itu.  Hingga  suatu  ketika ia  mendengar  bahwa  mantan  kekasihnya  akan  segera  menikah.  Pemuda tersebut  merasa  senang bercampur sedih. di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah menemukan  pengganti,satu tetapi  ia sedih karena kekasihnya  akan  segera  menjadi  milik  orang  lain.
Pemuda  tersebut ingin  melihat  mantan  kekasihnya  tersenyum  bahagia. ia  sengaja  datang  pada  acara  pernikahan  dan  terus  memperhatikan  wanita itu  secara  diam-diam.  Tetapi  ia  sangat  terperanjat  ketika  melihat  calon suami  kekasihnya  itu.  Sebab  pria  itu  adalah  teman  seperjuangan  yang juga terputus  kedua  kakinya  akibat  perang.
Pemuda  tersebut  sangat  menyesal  mengapa  dulu  ia  pesimis  dan  menyerah  dengan  keadaan  dan  tidak  berani  menghadapi  kenyataan  dengan terburu-buru  memutuskan  untuk  mengundurkan  diri  karena  kakinya  terputus  satu.  Mengapa  ia  tidak  menemui  kekasihnya  terlebih  dahulu  dan menanyakan  secara  langsung?  Tetapi  semua  sudah  terlambat,  pemikiran negatif  hanya  meninggalkan  penyesalan. Kisah  tersebut  sebenarnya  menegaskan  bahwa  kita  seharusnya  memikirkan  kemungkinan  terbaik  terlebih  dahulu,  sebelum  memikirkan  kemungkinan  terburuk.  Sebab  apa  yangterjadi  di  depan  nanti  mungkin  jauh lebih  baik  dari  apa  yang  kita  pikirkan.  Semoga  kita  mempunyai  satu  kesamaan  pendapat  bahwa  bersikap  optimis  itu  jauh  lebih  menguntungkan  dari pada  berpesimis  diri  dengan  keadaan.
Sikap  optimis  dalam  menjalani  sebuah  usaha  dalam  bidang  bisnis juga  begitu  adanya,  di  mana  harus  bersikap  optimis  dan  berani  dalam menghadapi  segala  risiko  dalam  usahanya.  Keberanian  dalam  bertindak akan  membuat  seseorang  mengetahui  hasil  dari  pekerjaan.  Ketika  berhasil,  tentunya  ia  akan  mendapatkan  kesuksesan  dalam  usahanya  dan mendapatkan  pengalaman  serta  ilmu  yang  berharga  dari  usahanya.  Akan tetapi,  jika  gagal,  bukan  menjadi  permasalahan  karena  ia  akan  mendapatkan  pelajaran  dan  pengalaman  yang  luar  biasa.  Sebagai  bekal  untuk dirinya  dalam  menggapai  cita-cita.
Akan  tetapi,  alangkah  meruginya  orang-orang  yang  tidak  berani  mencoba  karena  ia  tidak  akan  tahu  bagaimana  hasilnya.  Pada  kenyataannya  ia tidak  pernah  melakukan  apapun. Kisah tersebut menunjukkan  bagaimana  akibat dari sikap  pesimis diri  dari seorang  pemuda  yang  berujung  pada  kekecewaan  diri  karena  menyesali perbuatannya  yang  tidak  berani  menghadapi  kenyataan  dan  memilih  menghindar.  Seandainya  dia  mencobanya  dengan  menunjukkan  keadaan  dirinya,  walaupun  saat  itu  ia  tidak  segagah  dulu  disebabkan  cidera  akibat perang  yang  menghilangkan  satu  kakinya,  pasti  ia  akan  bahagia  dengan pasangannya  saat  itu.  Karena  sesungguhnya  wanita  yang  ia  cintai  menikah dengan  sahabat  baiknya  yang  menyampaikan  berita  tentang dirinya  dengan mengatakan  ia  telah  gugur  dalam  perang.
Penyesalan  hanya  bisa  ia  ratapi  ketika  menghadiri  pemikahan  sang wanita  pujaan  hatinya.  Kisah  ini  semoga  dapat  menberikan  pencerahan bagi  Anda  orang-orang  yang  berkecimpung  dalam  dunia  wirausaha  untuk selalu  optimis  dan  berani  menatap  kenyataan.  Artinya,  segala  akhir  dari sebuah  tindakan  tidak  seperti  pemikiran  yang  kita  bayangkan  dalam  kenyataannya,  masih  banyak  rahasia-rahasia  tersembunyi  di  balik  sebuah peristiwa.
Copyright : kisahsukses.info

Belajar dari Kegagalan merupakan awal Kesuksesan

Masih  banyak  orang  yang  belum  menyadari  bahwa  kegagalan  yang mereka  alami  adalah  sebagai  pembelajaran  bagi  diri  mereka  yang  tidak pernah  diajarkan  oleh  guru  atau  dosen  dibangku  pendidikan.  Melainkan diajarkan  oleh  alam  agar  setiap  orang  menjadi  lebih  baik  lagi.  Sebuah  kegagalan  terjadi  bukan  tanpa  sebuah  sebab.  Kegagalan  muncul  disebabkan
oleh  kelalaian  setiap  manusia,  atau  kesalahan  yang  tidak  disadarinya. Untuk  itu,  kegagalan  dimaksudkan  untuk  mengingatkan  setiap  manusia  agar lebih  baik  lagi.
Kegagalan-kegagalan  yang  dialami  sebagai  media  pembelajaran untuk  bekal  setiap  manusia  untuk  melanjutkan  perjuangannya  dengan  memelajarinya  sehingga  mereka  tidak  lagi  terjatuh  pada  lubang  yang  sama,  melainkan  telah  menciptakan  sebuah  formulasi  untuk  menghadapinya Tahukah  Anda,  bahwa  setiap  orang  yang  sukses  pernah  gagal?  Akan
tetapi,  mereka  tidak  berhenti  sampai  di  sana  saja.  Mereka  tetap  berusaha untuk  lebih  baik  lagi  dengan  inovasi-inovasi  yang  mereka  buat  untuk  terus maju,  dan  lebih  baik  lagi.
Akan  tetapi,  berbeda  lagi  dengan  orang-orang  yang  menganggap  kegagalan  sebagai  musibah.  Orang-orang  semacam  ini  akan  menjadi  terganggu  psikologisnya  sehingga  mereka  memilih  untuk  berputus  asa  dan berhenti  untuk  berjuang  sehingga  mereka  benar-benar  menjadi  seorang pecundang.
Kegagalan  memang  menyakitkan  rasanya,  tetapi  bukan  berarti  karena  sebuah  kegagalan  yang  menimpa  kita,  membuat  kita  berputus  asa dan  berhenti  berjuang.  Tindakan  tersebut  adalah  tindakan  konyol  dan  merugikan  kita  semua.  Yakinkanlah  dalam  diri  Anda  bahwa  kegagalan  yang Anda  alami  sebagai  media  pembelajaran  bagi  Anda,  bukanlah  sebuah
musibah  yang  besar  yang  menghancurkan  Anda.
Tindakan  tersebut  dimaksudkan  untuk  memotivasi  dan  mengubah  paradigma  Anda  tentang  kegagalan  sehingga  Anda  tidak  lagi  takut  akan  sebuah  kegagalan,  melaikan  berani  bertindak  dengan  menjadikan  kegagalan yang  Anda  alami  sebagai  pembelajaran  untuk  tidak  lagi  diulangi.  Ingat,  kegagalan  bukan  terjadi  di  saat  kita  gagal  dalam  berusaha  melainkan  di  saat kita  berhenti  untuk  berjuang,  karena  tindakan  tersebut  jelas  membuat hancur diri  kita.

Harus Mampu Menjaga Lisan


menjaga-lisanAda  sebuah  ungkapan  yang  berbunyi  “Luka  karena  tersayat  pedang  akan  meninggalkan  bekas  luka  dan  nantinya  itu  akan  sembuh,  tetapi  luka  karena  lidah  (ucapan)  akan  diingat  sampai  mati  karena  meninggalkan  luka di  hati.”  Sebuah  ungkapan  yang  benar  adanya,  yang  menggambarkan  bagaimana  bahayanya  ucapan  seseorang.  Ucapan  yang salah  akan  membuat orang  merasa  sakit  hati,  nah  begitulah  dilematika  kehidupan.
Seorang wirausahawan yang sejati  tidak  akan  melukai  para  pekerjanya dengan  ucapan  sehingga  tidak  membuat  para  karyawan  sakit  hati.  Melukai dengan  ucapan,  apalagi  di  muka  umum  tidak  akan  memberikan  pelajaran bagi  karyawan  yang  bekerjasama  dengan  Anda  karena  sama  halnya  dengan merendahkan  harga  diri  mereka  di  mata  publik.  Seorang wirausahawan  sejati  tidak  akan  melakukan  tembakan  dari  bibir  sehingga  tidak  akan  menjadikan  para  karyawannya  merasa  sakit  hati  karena  tindakannya.
Seorang  wirausahawan  sejati  akan  mengajarkan  dan  mendidik  para karyawan  ketika  mereka  membuat  kesalahan  dalam  melakukan  pekerjaan sehingga  mereka  akan  mendapatkan  pembelajaran.  Akan  tetapi,  jika  Anda menghina  dan  merendahkan  mereka  atas  pekerjaan  mereka  justru  itulah yang  kelak  menjadi  masalah.
Seorang  pemenang  akan  selalu  memikirkan  dan  memperhitungkan setiap  ucapan  yang  mereka  lontarkan  sehingga  tidak  ada  kesalahpahaman yang terjadi,  dan  ia  pun  akan  dihargai  oleh  orang  lain.  Untuk  itulah,  perhatikan  ucapan  Anda  sebelum  berkata-kata  kepada  siapa  saja  karena  ucapan yang salah  akan  menyebabkan  konflik.
Bekerjalah  secara  profesional  dan  penuh  dengan  perhitungan  sehingga  tidak  akan  terjadi  tindakan  yang  tidak  Anda  inginkan.  Jangan  sampai terjadi  konflik  di  antara  kalian  karena  ucapan.  Untuk  lebih  membuat  Anda paham  akan  konsep  lidah  lebih  tajam  daripada  pedang,  sebaiknya  Anda membaca sebuah kisah tentang “Paku dan Amarah” yang akan mengubah paradigma anda sehingga akan menjadikan diri anda untuk lebih baik.
Kisahnya  sebagai  berikut.
Paku  &  Amarah
Suatu  ketika  hiduplah  sebuah  keluarga  baru  yang  bahagia.  Dan  hasil pernikahan  suami-istri  tersebut  kemudian  lahirlah  seorang  anak  laki-laki. Setelah  beranjak  dewasa  alangkah  kagetnya  kedua  orang  tua  anak  kecil, karena  sang  anak  laki-lakinya  bersifat  temperamen  yang  mudah  marah dan  tersinggung.  Berbagai  hal  telah  mereka  lakukan  untuk  mengobatinya, sampai  suatu  ketika  kedua  orang  tuanya  memutuskan  untuk  mendidik anaknya  di  rumah  saja,  tentunya  dengan  penuh  kasih  sayang.
Suatu  ketika,  sang  ayah  menasihati  si  anak  untuk  bisa  mengurangi kebiasaan  marahnya  tersebut.  Untuk  itu,  sang  ayah  memberikan sekantong paku  dan  mengatakan  pada  anak  itu  untuk  memakukan  sebuah  paku  di pagar  belakang  setiap  kali  dia  marah,  untuk  melampiaskan  kemarahan yang  dialami  anak  tersebut.  Anak  tersebut  menuruti  kata-kata  orang  tuanya.
Hah  pertama,  anak  itu  telah  memakukan  48  paku  ke  pagar.  Sampai suatu  ketika  si  anak  mulai  menyadari  bahwa  melampiaskan  kemarahannya dengan  memaku  tidaklah  bermanfaat  apa-apa.  Dan  mulai  sejak  kejadian paku  memaku  tersebut  ia  mulai  menahan  amarahnya  dengan  ketenangan.
Dia  mendapati  bahwa  ternyata  lebih  mudah  menahan  amarahnya  daripada memakukan  paku  ke  pagar.  Akhirnya  tibalah  hari  di  mana  anak  tersebut merasa  sama  sekali  bisa  mengendalikan  amarahnya.  Dia  memberitahukan hal  ini  kepada  ayahnya  yang  kemudian  mengusulkan  agar  dia  mencabut satu  paku  untuk  setiap  hari  di  mana  dia  tidak  marah.
Setelah  kejadian  tersebut,  sang  anak  pun  merasa  bahwa  ia  telah berangsur-angsur  membaik.  ia  memberitahukan  kepada  ayahnya  bahwa semua  paku  telah  tercabut  olehnya.  Alangkah  senangnya  hati  sang  ayah mendengar  penuturan  dari  sang  anak.  Dengan  bijaksana,  sang  ayah  pun mengajak  anaknya  ke  belakang  tentunya  dengan  menuntun  anaknya  ke Pagar.  Sampai  di  pagar  tempat  si  anak  memaku,  sang  ayah  pun  berkata, lihatlah,  Nak…kini  kamu  telah  berhasil  dengan  baik,  tapi  lihatlah  lubang-lubang di  pagar  ini.
Pagar  ini  tidak  akan  pernah  bisa  sama  seperti  sebelumnya.  “Ketika kamu  mengatakan  sesuatu  dalam  kemarahan.  Kata-katamu  meninggalkan bekas  seperti  lubang  ini…  di  hati  orang  lain.”  Mendengar  penuturan  perkataan  ayahnya  si  anak  pun  menjadi  sadar  dan  menyesal  karena  melakukan hal-hal  yang  sesungguhnya  tidak  perlu  ia  lakukan,  ia  berpikir  sudah  berapa orang  yang  tersakiti  karena  ucapan  dan  kemarahannya  selama  ini.
Kisah  di  atas  mengisyaratkan  kepada  kita  bahwasanya  sebuah  lisan amatlah  penting  untuk  dijaga.  Berawal  dari  perkataan  biasanyalah  yang memicu  permusuhan,  pertikaian,  dan  lain  sebagainya.  Untuk  itu,  mulai sekarang  berhati-hatilah  dalam  berucap.  Ingatlah  ungkapan  “luka  tersayat pedang  akan  sakit  ketika  darah  sedang  mengalir,  sedangkan  luka  karena ucapan  akan  diingat  sampai  mati”
Seorang  wirausahawan  yang  cerdas  adalah  orang  yang  mampu  menahan  amarahnya  dan  mampu  berkata  penuh  dengan  perhitungan.  Hal  ini disebabkan  seorang  wirausahawan  akan  selalu  berhadapan  dengan  para karyawan  dan  customer.  Sekali  Anda  berucap  dengan  kata-kata  yang salah akan  melukai  hati  orang  lain.  Jika  karyawan,  akan  membuatnya  sakit  hati dan  mungkin  akan  keluar  dari  perusahaan.  Jika  seorang  customer,  ia  tidak akan  membeli  barang  atau  jasa  yang  Anda  jual.

Berani Menyuarakan Kebenaran

Berani Menyuarakan KebenaranKeberanian  adalah  power  utama  yang  dibutuhkan  oleh  seorang  wirausahawan.  Keberanian  bukan  saja  untuk  berani  dalam  mengambil  keputusan-keputusan  krusial  dalam  usaha  Anda,  atau  berani  melakukan  tindakan-tindakan  spekulasi  usaha,  melainkan  keberanian  yang tidak  kalah pentingnya  adalah  keberanian  dalam  menyuarakan  kebenaran  yang  ia ketahui.
Ketika  seseorang  berani  menghadapi  permasalahan  di  sekitarnya dengan  menjunjung  tinggi  nilai  kebenaran,  maka  sudah  dapat  dipastikan usaha  Anda  akan  menjadi  besar,  bahkan  Anda  akan  dihargai  dan  dihormati oleh  masyarakat  sekitar.  Bahkan  mungkin  saja  Anda  akan  mendapatkan relasi  atau  bahkan  donatur  dalam  bisnis  Anda.  Karena  orang  akan  jauh
lebih  menghargai  dan  percaya  kepada  orang-orang yang  menjunjung  tinggi nilai  kebenaran.
Pada  kenyataannya  pun  banyak  orang  yang  sukses  dalam  bisnisnya atau  kariernya  disebabkan  keberaniannya  dalam  menyuarakan  kebenaran. Akan tetapi,  banyak  orang  yang tidak  berani  melakukannya  disebabkan  ketakutan  akan  ancaman  yang  akan  menderanya,  bahkan  mereka  memilih untuk  mencari  jalan  aman  dengan  berdiam  diri  saja,  tanpa  bereaksi  sedikit pun,  padahal  kejahatan,  atau  tindakan  yang jelas-jelas  salah  nyata  baginya.
Susno  Duaji  adalah  salah  satu  tokoh  yang  paling  banyak  disanjung disebabkan  keberaniannya  dalam  membongkar  sindikat  mafia  korupsi Indonesia  yang telah  menggelapkan  uang  negara  hingga  triliunan  jumlahnya.  Susno  mampu  menyuarakan  kebenaran  yang  ia  dapatkan,  apalagi  ia adalah  seorang  petinggi  polisi  yang  sudah  seharusnya  mampu  untuk  melindungi  dan  mengayomi  rakyatnya.  Meskipun  berbagai  ancaman  dan  penjebakan  ia  peroleh  dari  pihak-pihak  mafia  korupsi  dengan  mengancamlewat hukum bahkan ancaman-ancaman pembubuhan lewat HP sering  ia dapatkan.
Ia tidak gentar memperjuangkan kebenaran, meskipun nyawa adalah taruhannya Bahkan ia telah mendiskusikan dengan istrinya
untuk bersiap-siap menghadapi resiko terberat yang akan keluarga mereka dapatkan. didukung dengan istri tercinta , susno tetap melanjutkan misinya unutk membongkar kejahatan Markus yang melibatkan para pejabat Polri, Kejaksaan, dan perpajakan yang seharusnya seharusnya  mereka  sebagai  pelindung  dan  pengayom  masyarakat.
Akhirnya,  banyak  tersangka  yang  telah  dijebloskan  ke  dalam  penjara disebabkan  keberanian  seorang  Susno  Duaji.  Bahkan  hingga  menyeluruh ke  daerah-daerah  Nusantara  yang  salah  satunya  adalah  Surabaya.  Jika tidak  ada  yang  mengawalinya,  sudah  dipastikan  Indonesia  akan  menjadi negara  penghasil  koruptor  terbesar  di  dunia  dan  tidak  akan  menemukan jalan  keluarnya.
Begitu  juga  dengan  para  wirausahawan  yang  harus  mampu  untuk menyuarakan  kebenaran  dalam  kehidupannya,  baik  dalam  kehidupan  pribadi  atau  pekerjaan  untuk  menghasilkan  kebaikan  dalam  hidup.  Terlebih lagi  dalam  dunia  usaha,  hal  ini  dimaksudkan  untuk  mencegah  dan  meminimalisir  tindakan  korupsi  atau  kecurangan  dalam  dunia  usaha.  Anda sebagai  seorang  wirausaha  juga  melakukannya  sehingga  akan  tercipta  kelancaran  dan  perkembangan  dalam  bisnis  Anda.
Kisah  Seorang  Pria  Setengah  Baya  dan  Pramuniaga  Bus  Wanita
Kisah  nyata  ini  terjadi  di  Tiger  Taming  Hill  di  Negara  China.  Di  mana suatu  ketika  terjadi  kecelakaan  hebat  yang  menyebabkan  seisi  penumpang bis  meninggal  dunia,  termasuk  sang  sopir  yang  tidak  lain  adalah  seorang wanita  muda  yang  bekerja  sebagai  pramuniaga  bis.  Ternyata  di  balik  perisiwa  tragis  tersebut  tersimpan  misteri  yang  luar  biasa.  Demikian  misteri tersebut.
Dalam  sebuah  perjalanan  sebuah bis kota yang disopiri oleh seorang wanita muda yang cantik ini berjalan seperti biasa pada awalnya. hingga ketika di tengah perjalanan naiklah penumpang yang tidak lain adalah preman-preman jalanan. setelah penumpang itu naik, mobil kembali dilajukan, akan tetapi kali ini tidak berjalan seperti  tadi. Para  preman  jalan-itu  mulai  bertingkah  menggoda  sopir  bis  yang  memancing  perhatian mereka  dan  tentunya  tergoda  akan  kemolekan  tubuhnya  yang  cantik. Bahkan  yang  lebih  gila  adalah  mereka  berani  bertindak  tidak  senonoh terhadap  sopir  tersebut  hingga  menggegerkan  para  penumpang  di  dalam bis  kota  tersebut.
Mengetahui  tindak  asusila  tersebut  para  penumpang  tetap  diam  dan acuh  saja.  Hal  ini  disebabkan  ketidakberanian  melawan  para  preman-preman jalanan  yang  bertubuh  kekar  dan  mengerikan  tersebut.  Mengetahui keadaan  tersebut,  seorang  pria  separuh  baya  mencoba  menegur  dan  melarang  mereka  dengan  ucapan  disertai  bangkit  dari  tempat  duduknya seakan  akan  melawan  mereka.  Pria  separuh  baya  tersebut  mengajak rekan-rekannya  di  dalam  mobil  untuk  bergabung  bersamanya,  akan  tetapi ternyata  usahanya  sia-sia,  karena  tidak  ada  satu  orang  pun  yang  bangkit dari  kursi  duduknya.  Mereka  lebih  memilih  menutup  rapat-rapat  hati  nurani mereka  karena  takut  dipukuli  oleh  ketiga  preman  jalanan  tersebut.
Mengetahui  usahanya  gagal  orang  tersebut  tetap  tegar  dengan  terus melawan,  dan  berujung  pada  pemukulan  oleh  preman  tersebut,  hingga lelaki  paruh  baya  tersebut  mengalami  pendarahan  pada  tubuhnya  dan memar  di  seluruh  tubuhnya.  Mengetahui  apa  yang  dialami  oleh  pria  paruh baya  tersebut,  tindakan  aneh  dan  mengherankan  seisi  mobil  itu  adalah ketika  sang  sopir  cantik  itu  menghentikan  mobilnya  dan  berlaku  kasar kepada  pria  separuh  baya  tersebut.  Padahal  logikanya  dia  harusnya  bersedih  karena  orang  yang  menolongnya  dari  tindakan  asusila  oleh  para  preman  jalanan  tersebut.
Dengan  suara  keras  dan  kasar  sang  sopir  menyuruh  si  pria  setengah baya  tersebut  untukturun  dan  ia berkata jika  si  pria  tidak turun,maka  mobilnya  tidak  akan  dilajukan  kembali.  Akan  tetapi,  pria  setengah  baya  tersebut tidak  mau  turun  hingga  seorang  pria  bertubuh  kekar  melemparkannya  dari dalam  mobil,  tanpa  belas  kasihan  sedikit  pun  dengan  melemparkan  tas bawaannya  keluar  mobil. Setelah  sang  pria  setengah  baya  tersebut  keluar,  sang  sopir  tersebut melajukan  kembali  mobilnya,  akan  tetapi  bedanya  kali  ini  adalah  dengan kecepatan  yang sangat  cepat,  dan  kemudian  menghempaskan  mobilnya  kejurang yang sangat dalam.  Seketika  mobil  masuk  ke  dalam  jurang.  dan hancur,  beserta dengan meninggalnya seluruh penumpang  di  dalamnya,  termasuk sopir  bis  tersebut.
Keesokan  harinya  kejadian  tersebut  menggemparkan  seiuruh  masyarakat  Cina.  Berbagai  media  meliput  kejadian  tersebut,  dari  media  massa, elektronik,  bahkan  internet.  Dan  sampailah  berita  tersebut  diketahu,  oleh pria  setengah  baya  yang  tidak  lain  adalah  orang  yang  dianiaya  oleh  para preman  di  dalam  bis  karena  membela  sang  sopir.  Ketika  ia  membaca  berita  melalui  salah  satu  media  massa  setempat,  ia  pun  berteriak  histeris dan  menangis  tersedu-sedu  karena  mengetahui  berita  tersebut,  ia  tidak pernah  menyangka  akan  begitu  jadinya.
Kita  ketahui  bersama  bagaimana  perjuangan  seorang  pria  setengah baya  tersebut  berani  menyuarakan  kebenaran,  meskipun  ia  harus  menerima  akibat  tindakan  penganiayaan  dari  para  preman  jalanan,  bahkan  bisa saja  ia  kehilangan  nyawa  atas  tindakan  tersebut.  Akan  tetapi  kebenaran adalah  kebenaran  yang selamanya  akan  berbuah  manis  dan  itulah  misteri kehidupan.  Justru  pria  setengah  baya  tersebut  yang  masih  hidup  hingga saat  ini,  sedangkan  penumpang yang  lain  meninggal  dunia  dalam  kecelakaan yang  dialami  oleh  para  penumpang  dan  sopir  bis  kota  yang  terperosok dalam  jurang.  Yakinlah  ada  sebuah  rahasia  yang  baik  bagi  orang  yang melakukan  tindakan  kebenaran,  meskipun  tindakan  tersebut  sangat  berat untuk  dilakukannya.
Memang  selalu  ada  risiko  bila  kita  mencoba  berbicara  entah  lewat kata-kata  maupun  perbuatan  yang  berlandaskan  moralitas.  Tetapi  bercermin  dari  kisah  tersebut,  ternyata  kita  akan  menanggung  risiko  yang  lebih buruk  atas  kebisuan.  Mungkin  kita  akan  semakin  sering  melihat,  mendengar,  atau  bahkan  mengalami  sendiri  kisah  tragis  itu,  apabila  kita  tidak  peduli  alias  membutakan  mata  terhadap  tindak  apapun  yang  mengabaikan moralitas.
Jadi,  jangan  ragu  untuk  menyuarakan  kebenaran.  Tetapi  terlebih  dahulu  Perbaiki  diri,  terutama  sikap  kita  agar  sesuai  dengan  nilai-nilai  moralitas  Bersikaplah  waspada  untuk  terus  memperbaiki  diri,  karena  perubahan itu terjadi secara  perlahan  tanpa  kita  sadari.  Begitu  juga  dengan  para  wirausana  dalam  menjalani  usaha  dan  hidupnya  yang  harus  menjunjung  tinggi nilai-nilai  kebenaran  dengan  berani  melakukan  tindakan-tindakan  berbahaya untuk  menyuarakan  kebenaran.  Sebuah  keberanian  dalam  menyuarakan kebenaran  akan  membuat  Anda  akan  menjadi  seorang  wirausahawan
yang  sukses,  karena  memperoleh  balasan  atas  keberanian  Anda  dalam melakukan  tindakan-tindakan  keberanian  dalam  menjunjung  tinggi  nilai-nilai  kebenaran.


Harus Mampu Berani  Bertindak & TelitiDalam  menjalankan  sebuah  usaha  sangat  membutuhkan  ketelitian dalam  menjalankannya.  Ketelitian  menjadi  penunjang  seorang  wirausahawan  dalam  menggapai  kesuksesan  dalam  hidup.  Ketelitian  tersebut  dapat direalisasikan  melalui  berbagai  media  dalam  kehidupan,  dapat  dengan ketelitian  dalam  mengamati  segmentasi  pasar,  ketelitian  terhadap  partner
kerja,  customer,  dan  lain  sebagainya.  Ketelitian  dalam  dunia  bisnis  sangat lah  berpengaruh  pada  sukses  tidaknya  seseorang.  Ketika  seseorang  ceroboh  terhadap  bisnis  dengan  mengabaikan  ketelitian  dalam  berbisnis,  hasilnya  akan  mengalami  kegagalan.
Kegagalan  tersebut  bisa  terjadi  ketika  seseorang  tidak  mengamati segmentasi  pasar  sehingga  produk  barangyang  ia  sediakan  tidak  sinkron dengan  permintaan  pasar,  maka  produk  tidak  akan  dijamah  oleh  customer. Selain  itu,  jika  Anda  tidak  teliti  terhadap  pemilihan  partner  kerja  dan customer  Anda,  maka  akan  berpotesi  terjadi  penipuan.  Ketika  tindakan  tersebut  benar  terjadi,  maka  Anda  akan  tahu  sendiri  akibatnya.
Ketelitian  terhadap  tindakan  Anda  dalam  mengamati  segmentasi pasar,  pemilihan  partner,  dan  customer  sangatlah  penting,  karena  dalam dunia  bisnis  banyak  orang  yang  menghalalkan  segala  cara  untuk  dapat mewujudkan  keinginan  mereka,  termasuk  menikam  teman  sendiri.  Kenyataannya,  kejadian-kejadian  semacam  itu  banyak  terjadi  di  lapangan  sehingga  menciptakan  orang-oranggagal  dalam  bisnis.
Cerita  dari  Seorang  Dosen
Kisah  ini  terjadi  ketika  ajaran  baru  di  sebuah  fakultas  kedokteran,  dimana  seorang  dosen  sedang  mengajar  mahasiswa  baru  di  kuliah  perdana mereka.  Ketika  kuliah  perdana  tersebut  tampak  ketegangan  di  mata  mahasiswa baru, dimana mereka terus mengamati Dosen dan mencatat apa yang disampaikan.
Ditengah jam kuliah tersebut sang dosen ingin menguji tingkat ketelitian mahasiswanya dengan mengadakan sebuah percobaan dengan sebuah  percobaan  dalam  kuliah tersebut.  Sang  dosen  mulai  mengawali  percobaan  tersebut  dengan  berkata,  “Menjadi  dokter,  butuh  keberanian  dan  ketelitian.  Dan  saya  harap kalian  dapat  membuktikannya!” Tidak  lama  kemudian  sang  dosen  mengeluarkan  toples  yang  ditutup rapat  yang  berisi  air  yang  berwarna  tidak  karuan.  Para  mahasiswa  menjadi bertanya-tanya  apa  yang  akan  dilakukan  oleh  dosen  tersebut,  perasaan kalut  dan  penuh  penasaran  tidak  karuan.  Di  sela-sela  tanda  tanya  para mahasiswa  tersebut,  dosen  tersebut  berkata,  “Saya  punya  setoples  cairan limpa  manusia  yang telah  direndam  selama  3  bulan.”  Kemudian  sang dosen bertindak  mengejutkan  dengan  mencelupkan  jarinya  ke  dalam  toples  lalu memasukkannya  ke  mulutnya.  Seketika  para  mahasiswa  histeris  berteriak dan  mual  terhadap  kelakuan  dosennya.  Suasana  kelas  menjadi  gaduh, tetapi  sang  dosen  segera  menenangkan  keributan  tersebut.
Setelah  tindakan  dosen  tersebut,  sang  dosen  pun  mengatakan, “Inilah  keberanian  dan  ketelitian  yang  saya  maksudkan,  setiap  manusia harus  memiliki  keberanian  dan  ketelitian  untuk  hidup.  Sekarang  saatnya kalian  membuktikannya  dengan  melakukan  apa  yang  saya  perbuat  untuk dapat  membuktikannya,  sebagai  seorang  calon  dokter  Anda  harus  berani dan  teliti,  jadi  siapa  yang  berani  mencoba?” Seketika  kelas  yang tadinya  gaduh  menjadi  sepi  tiada  bersuara  seakan tidak  berpenghuni.  Para  mahasiswa  merasa jijik  hingga  pertanyaan,  “Siapa yang  berani  mencoba?”  tersebut  di  ulang  kembali  untuk  ketiga  kalinya.
Seketika  seorang  mahasiswa  mengangkat  tangannya  sebagai  tanda  mau melakukannya. Setelah  menyatakan  persetujuan  mahasiswa  tersebut  memberanikan dirinya  untuk  maju,  walaupun  hatinya  mengatakan  jijik  dan  geli.  Keberanian mahasiswa  tersebut  disambut  oleh  sang  dosen  dengan  senyuman  ramah. Dengan  wajah  tegang  dan  perasaan  ragu-ragu  mahasiswa  tersebut  memulai  mencelupkan  jari  telunjuknya  ke  dalam  toples.
Sang  mahasiswa  pemberani  tersebut  pun  mulai  mengangkat tangannya,  dengan  memalingkan  mukanya  ke  kanan.  Dengan  perlahan,  dimasukkannya  jari  yang  telah  tercelup  lendir  itu  ke  mulutnya.  Seketika  itu  para mahasiswa  berteriak  dan  menutupkan  mata  mereka,  bahkan  beberapa mahasiswa  yang  ijin  keluar  karena  mual-mual  perutnya  ingin  muntah.
Setelah  pembuktian  tersebut  sang  mahasiswa  izin  ke  toilet  untuk muntah  karena  tidak  tahan  dengan  bau  dan  rasanya.  Setelah  ia  kembali ke  dalam  kelas,  suara  tepuk  tangan  seakan  mengiringinya  masuk  kelas  sebagai  penghormatan  atas  keberaniannya  tersebut.  Setelah  itu,  sang  dosen pun  berkata  kepada  mahasiswa  tersebut,  “Bagus  kamu  telah  membuktikan
satu  hal,  anak  muda.
Seorang  calon  dokter  memang  harus  berani.  Tapi  sayangnya,  seorang dokter  tidak  hanya  butuh  keberanian,  melainkan  ketelitian  dalam  menjalankan  tugasnya.  Tidakkah  kamu  mengamati  bahwa  tadi  saya  memang  mencelupkan  jari  telunjuk  saya,  tetapi  yang  saya  masukkan  ke  mulut  adalah  jari tengah!  Seorang  dokter  memang  butuh  keberanian,  tapi  lebih  butuh  lagi ketelitian.”
Begitulah  kehidupan,  di  mana  keberanian  dan  ketelitian  sangat  diperlukan  dalam  hidup.  Terkadang  banyak  orang yang  hanya  bermodalkan  keberanian  untuk  melakukan  usaha  tanpa  diimbangi  dengan  ketelitiannya dalam  mengamati  situasi  dan  kondisi  di  lapangan  sehingga  menyebabkan ia  gagal.  Seperti  yang  dialami  oleh  kebanyakan  orang-orang  yang  gagal  dalam  berwirausaha.
Orang-orang  yang  berhasil  menggapai  kesuksesan  dalam  berwirausaha  adalah  yang  mampu  berani  bertindak  dan  teliti  terhadap  perkembangan  usahanya,  baik  dalam  persaingan,  segmentasi  pasar,  memilih partner  dan  customer  dan  masih  banyak  yang  lain,  yang  semua  itu  membutuhkan  ketelitian.  Keberanian  memang  adalah  modal  utama  seorang wirausahawan,  akan  tetapi,  jika  tanpa  diimbangi  dengan  ketelitian  dalam  berwirausaha,  maka  hasilnya  akan  sia-sia  saja.


kerja,  customer,  dan  lain  sebagainya.  Ketelitian  dalam  dunia  bisnis  sangat lah  berpengaruh  padatidaknya  seseorang.  Ketika  seseorang  ceroboh  terhadap  bisnis  dengan  mengabaikan  ketelitian  dalam  berbisnis,  hasilnya  akan  mengalami  kegagalan.
Kegagalan  tersebut  bisa  terjadi  ketika  seseorang  tidak  mengamati segmentasi  pasar  sehingga  produk  barangyang  ia  sediakan  tidak  sinkron dengan  permintaan  pasar,  maka  produk  tidak  akan  dijamah  oleh  customer. Selain  itu,  jika  Anda  tidak  teliti  terhadap  pemilihan  partner  kerja  dan customer  Anda,  maka  akan  berpotesi  terjadi  penipuan.  Ketika  tindakan  tersebut  benar  terjadi,  maka  Anda  akan  tahu  sendiri  akibatnya.
Ketelitian  terhadap  tindakan  Anda  dalam  mengamati  segmentasi pasar,  pemilihan  partner,  dan  customer  sangatlah  penting,  karena  dalam dunia  bisnis  banyak  orang  yang  menghalalkan  segala  cara  untuk  dapat mewujudkan  keinginan  mereka,  termasuk  menikam  teman  sendiri.  Kenyataannya,  kejadian-kejadian  semacam  itu  banyak  terjadi  di  lapangan  sehingga  menciptakan  orang-oranggagal  dalam  bisnis.
Cerita  dari  Seorang  Dosen
Kisah  ini  terjadi  ketika  ajaran  baru  di  sebuah  fakultas  kedokteran,  dimana  seorang  dosen  sedang  mengajar  mahasiswa  baru  di  kuliah  perdana mereka.  Ketika  kuliah  perdana  tersebut  tampak  ketegangan  di  mata  mahasiswa baru, dimana mereka terus mengamati Dosen dan mencatat apa yang disampaikan.
Ditengah jam kuliah tersebut sang dosen ingin menguji tingkat ketelitian mahasiswanya dengan mengadakan sebuah percobaan dengan sebuah  percobaan  dalam  kuliah tersebut.  Sang  dosen  mulai  mengawali  percobaan  tersebut  dengan  berkata,  “Menjadi  dokter,  butuh  keberanian  dan  ketelitian.  Dan  saya  harap kalian  dapat  membuktikannya!” Tidak  lama  kemudian  sang  dosen  mengeluarkan  toples  yang  ditutup rapat  yang  berisi  air  yang  berwarna  tidak  karuan.  Para  mahasiswa  menjadi bertanya-tanya  apa  yang  akan  dilakukan  oleh  dosen  tersebut,  perasaan kalut  dan  penuh  penasaran  tidak  karuan.  Di  sela-sela  tanda  tanya  para mahasiswa  tersebut,  dosen  tersebut  berkata,  “Saya  punya  setoples  cairan limpa  manusia  yang telah  direndam  selama  3  bulan.”  Kemudian  sang dosen bertindak  mengejutkan  dengan  mencelupkan  jarinya  ke  dalam  toples  lalu memasukkannya  ke  mulutnya.  Seketika  para  mahasiswa  histeris  berteriak dan  mual  terhadap  kelakuan  dosennya.  Suasana  kelas  menjadi  gaduh, tetapi  sang  dosen  segera  menenangkan  keributan  tersebut.
Setelah  tindakan  dosen  tersebut,  sang  dosen  pun  mengatakan, “Inilah  keberanian  dan  ketelitian  yang  saya  maksudkan,  setiap  manusia harus  memiliki  keberanian  dan  ketelitian  untuk  hidup.  Sekarang  saatnya kalian  membuktikannya  dengan  melakukan  apa  yang  saya  perbuat  untuk dapat  membuktikannya,  sebagai  seorang  calon  dokter  Anda  harus  berani dan  teliti,  jadi  siapa  yang  berani  mencoba?” Seketika  kelas  yang tadinya  gaduh  menjadi  sepi  tiada  bersuara  seakan tidak  berpenghuni.  Para  mahasiswa  merasa jijik  hingga  pertanyaan,  “Siapa yang  berani  mencoba?”  tersebut  di  ulang  kembali  untuk  ketiga  kalinya.
Seketika  seorang  mahasiswa  mengangkat  tangannya  sebagai  tanda  mau melakukannya. Setelah  menyatakan  persetujuan  mahasiswa  tersebut  memberanikan dirinya  untuk  maju,  walaupun  hatinya  mengatakan  jijik  dan  geli.  Keberanian mahasiswa  tersebut  disambut  oleh  sang  dosen  dengan  senyuman  ramah. Dengan  wajah  tegang  dan  perasaan  ragu-ragu  mahasiswa  tersebut  memulai  mencelupkan  jari  telunjuknya  ke  dalam  toples.
Sang  mahasiswa  pemberani  tersebut  pun  mulai  mengangkat tangannya,  dengan  memalingkan  mukanya  ke  kanan.  Dengan  perlahan,  dimasukkannya  jari  yang  telah  tercelup  lendir  itu  ke  mulutnya.  Seketika  itu  para mahasiswa  berteriak  dan  menutupkan  mata  mereka,  bahkan  beberapa mahasiswa  yang  ijin  keluar  karena  mual-mual  perutnya  ingin  muntah.
Setelah  pembuktian  tersebut  sang  mahasiswa  izin  ke  toilet  untuk muntah  karena  tidak  tahan  dengan  bau  dan  rasanya.  Setelah  ia  kembali ke  dalam  kelas,  suara  tepuk  tangan  seakan  mengiringinya  masuk  kelas  sebagai  penghormatan  atas  keberaniannya  tersebut.  Setelah  itu,  sang  dosen pun  berkata  kepada  mahasiswa  tersebut,  “Bagus  kamu  telah  membuktikan
satu  hal,  anak  muda.
Seorang  calon  dokter  memang  harus  berani.  Tapi  sayangnya,  seorang dokter  tidak  hanya  butuh  keberanian,  melainkan  ketelitian  dalam  menjalankan  tugasnya.  Tidakkah  kamu  mengamati  bahwa  tadi  saya  memang  mencelupkan  jari  telunjuk  saya,  tetapi  yang  saya  masukkan  ke  mulut  adalah  jari tengah!  Seorang  dokter  memang  butuh  keberanian,  tapi  lebih  butuh  lagi ketelitian.”
Begitulah  kehidupan,  di  mana  keberanian  dan  ketelitian  sangat  diperlukan  dalam  hidup.  Terkadang  banyak  orang yang  hanya  bermodalkan  keberanian  untuk  melakukan  usaha  tanpa  diimbangi  dengan  ketelitiannya dalam  mengamati  situasi  dan  kondisi  di  lapangan  sehingga  menyebabkan ia  gagal.  Seperti  yang  dialami  oleh  kebanyakan  orang-orang  yang  gagal  dalam  berwirausaha.
Orang-orang  yang  berhasil  menggapai  kesuksesan  dalam  berwirausaha  adalah  yang  mampu  berani  bertindak  dan  teliti  terhadap  perkembangan  usahanya,  baik  dalam  persaingan,  segmentasi  pasar,  memilih partner  dan  customer  dan  masih  banyak  yang  lain,  yang  semua  itu  membutuhkan  ketelitian.  Keberanian  memang  adalah  modal  utama  seorang wirausahawan,  akan  tetapi,  jika  tanpa  diimbangi  dengan  ketelitian  dalam  berwirausaha,  maka  hasilnya  akan  sia-sia  saja.

Tidak Ada Waktu untuk Mengeluh

Tidak Ada Waktu untuk MengeluhManusia diciptakan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dari setiap kekurangan yang kita punya, ada kelebihan yang diberi untuk menutupi segala kekurangan itu. Kekurangan dalam hidup kita seringkali menjadi beban. Dengan mengeluh kita semakin membuat beban itu semakin berat. Ketika beban yang berat itu semakin berat lalu kita menjadi frustasi dan semakin hancur.
Mengeluh memang selalu gampang dilakukan. Kita tinggal mengucapkannya saja. Keseringan mengeluh mengurangi berkat dan bakat yang kita miliki. Orang yang selalu mengeluh secara perlahan membangun sikap pesimistis dalam dirinya. Orang yang pesimis tidak mampu menghadapi tantangan. Seperti daun kayu yang sudah tua, diguncang sedikit sudah runtuh semua daunnya.
Coba lihat sekeliling kita. Kalau kita mau melihat hidup orang-orang disekitar kita, di sana terdapat banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kita ambil hikmahnya. Banyak orang yang berkekurangan secara materi ternyata mampu membiayai anaknya sekolah bahkan menyelesaikan perguruan tinggi dan menjadi orang yang berhasil. Banyak orang yang kekurangan secara fisik tapi mampu berprestasi diberbagai bidang contohnya olahraga. Lalu kita bertanya, “kenapa orang-orang seperti mereka bisa berhasil?” mungkin jawaban yang tepat adalah “MEREKA TIDAK PERNAH MENGELUH”. Bagi mereka, tidak ada waktu untuk mengeluh. Mereke menerima hidup mereka sebagaimana mestinya. Dan mereka menyangkal TAKDIR mereka yang seperti itu.
Sekarang kita harus mulai menyadari bahwa mengeluh bukanlah jawaban atas segala kekurangan yang kita miliki. Tidak ada gunanya mengeluh karena keluhan tidak akan membuat hidup kita menjadi lebih baik. Tentu kita tidak ingin berkat dan bakat yang kita miliki hilang karena hobby mengeluh kita. Kita harus menghadapi tantangan tanpa harus mengeluh dengan begitu kita diciptakan menjadi manusia yang kuat dan rendah hati. JANGAN SUKA MENGELUH!

Berperilaku dan Berkata Jujur jalan Menuju Sukses

Berperilaku dan Berkata Jujur jalan Menuju SuksesSalah  satu  rahasia  sukses  para  wirausahawan  adalah  mereka dalam  menjalankan  usaha  dan  kehidupan  pribadi.  Mereka  mampu  bersikap  jujur  kepada  siapa  saja,  baik  partner  kerja  ataupun  customer.  Dengan bersikap  jujur,  maka  seorang  wirausaha  akan  dihargai  dan  dihormati  oleh orang  lain. Kejujuran  adalah  salah  satu  kunci  kesuksesan  seorang  wirausaha.  Kejujuran  akan  mengantarkan  kesuksesan  bagi  para  wirausaha.  Hal ini  akan  mempermudah  seseorang  dalam  mencari  relasi,  donatur,  partner kerja,  dan  customer.
Kejujuran  yang  dilakukan  oleh  seorang  wirausaha  akan  membuat para  karyawan,  partner,  dan  semua  orang  yang  terlibat  dalam  pekerjaan bahkan  kehidupan  pribadi  akan  dipercaya  dan  dihargai  oleh  orang  lain. Kepercayaan  dari  orang-orang  akan  membantu  seorang  wirausahawan dalam  menggapai  kesuksesannya  tentunya  dengan  bantuan  orang  lain.
Pentingnya  kejujuran  dalam  berwirausaha  sangatlah  ditekankan. Matsushita  Konosuke  seorang  tokoh  perintis  perekonomian  Jepang yang  mampu  sukses  karena  kejujurannya.  Terlahir  sebagai  seorang  anak di  keluarga  yang  tidak  mampu,  tetapi  kenyataan  tersebut  tidak  membuat Matsushita  Konosuke  menjadi  pesimis. Saat  berusia  sembilan  tahun,  ia  bekerja  menjadi  pekerja  di  sebuah toko  sepeda  di  Senba,  Osaka.  Sebelumnya,  Konosuke  sempat  menjadi  perawat  bayi  selama  tiga  bulan  hingga  memutuskan  untuk  keluar  dan  bekerja pada  toko  sepeda.
Suatu hari  seorang  pelanggan  menanyakan  prosedur  pembelian sepeda.  Karena  majikannya  sedang  pergi,  Konosuke  lalu  mengunjungi  calon pembeli  itu.  Calon  pembeli  itu  bersedia  membeli  sebuah  sepeda  bila  diberi rabat  sebesar  sepuluh  persen.  Ketika  Konosuke  menyampaikan  kepada majikannya,  majikannya  hanya  bisa  member!  rabat  sebesar  lima  persen.
Konosuke  berusaha  membujuk  majikannya  dengan  berbagai  cara,  tetapi tidak  berhasil.  Ketika  Konosuke  memberitahukan  kepada  calon  pembeli tadi  dan  menceritakan  upaya  yangdilakukannya  dalam  membujuk  majikannya,  pembeli  tadi  akhirnya  bersedia  membeli  sepeda  dengan  rabat  lima persen  dan  menyatakan  kesediaan  sebagai  pelanggan  selama  Konosuke tetap  bekerja  di  toko  sepeda  itu.
Belajar  dari  pengalaman  tersebut  Konosuke  menyadari  sepenuhnya akan  pentingnya  bekerja  keras  dan  sungguh-sungguh  dalam  berusaha  dan sifat  ramah  disertai  tanggung jawab  adalah  kunci  dari  keberhasilan.  Suatu ketika  Konosuke  menemukan  seorang  karyawan  yang tidak jujur.  Konosuke lalu  memberitahukan  hal  itu  kepada  majikannya  dan  meminta  karyawan tersebut  agar  dipecat,  tetapi  majikannya  tidak  setuju.  Konosuke  lalu  mengancam  akan  mengundurkan  diri  bila  karyawan  tersebut  tidak  dipecat.  Maikannya  akhirnya  menyetujui  permintaan  Konosuke.  Hal  itu  dilakukan  oleh Konosuke  karena  baginya  kejujuran  sangat  penting  dalam  bekerja.  Dengan sikap  yang  demikian  akan  berpengaruh  kepada  kepercayaan  pelanggan dan  kesinambungan  antara  penjual  dan  pembeli.
Kejujuran  seorang  Konosukelah  yang  membuat  dirinya  sukses  dan banyak dikagumi  orang-orang.  ia juga  dipercaya  untuk  menjadi  perintis  perekonomian  Jepang.  Kejujuran  yang  dilakoni  oleh  Konosuke  dalam  bekerja dan  kehidupan  pribadinya  membuat  orang-orang  percaya  pada  dirinya, baik  itu  keluarga,  karyawan,  partner,  dan  donatur  kerja  dalam  usahanya.
Kisah  Kejujuran  yang  Menyelamatkan  Jiwa
Di  sebuah  desa  terpencil  di  pinggiran  kota,  tinggallah  seorang  anak laki-laki  bersama  6  saudaranya.  Kehidupan  keluarga  ini  terlihat  sangatlah sederhana  bahkan  dapat  tergolong  sebagai  orang  yang  tidak  mampu. Orang  tuanya  hanya  seorang  buruh  tani,  kakak  dan  adiknya  semua  masih bersekolah  sementara  ibunya  hanya  seorang  ibu  rumah  tangga  yang  hanya
mengurusi  keluarga.  Untuk  membantu  keuangan  keluarganya  setiap  hari selepas  pulang sekolah,  ia  pergi  ke  pasar  untuk  berjualan  asongan.
Pada  suatu  hari  saat  anak  ini  sedang  menjajakan  dagangannya,  tiba-tiba  ia  melihat  sebuah  bungkusan  kertas  koran  yang cukup  besar,  terjatuh di  pinggir  jalan.  Diambilnya  bungkusan  tersebut  kemudian  dibuka.  Namun betapa  kaget  dan  terkejutnya  ia,  ternyata  isi  bungkusan  tersebut  berisi uang  dalam  nominal  besar.  Akan  tetapi bukan kebahagian yang ia rasakan oleh anak muda tersebut justru ia merasa iba dan kasihan terhadap orang yang kehilangan uang tersebut. tidak terlintas sedikit pun pemikirannya untuk mengambil uang tersebut untuk dirinya dan keluarga. padahal uang tersebut jumlahnya dapat mengangkat derajat perekonomian keluarga mereka. karena telah terlatih sejak kecil akan kejujuran yang diajarkan oleh keluarganya, ia pun memutuskan untuk mengembalikan kepada pemiliknya  tersebut.
Anak  tersebut  pun  segera  mencari  pemilik  dan  bungkusan  tersebut. Setelah  lama  mencari  bahkan  ia  menginformasikan  kepada  orang-orang, hingga  datanglah  seorang  ibu  setengah  baya  bersama  dengan  seorang satpam  datang  menemuinya.  Dengan  bergegas  ibu  tersebut  berkata  “Dik, bungkusan  itu  milik  ibu,  isi  bungkusan  itu  adalah  uang”.  Ibu  setengah  baya
itu  pun  menjelaskan  asal-usul  dan  tujuan  dari  uang tersebut.  Ternyata  uang tersebut  adalah  hasil  penjualan  harta  benda  yang  dimiliki  oleh  keluarga ibu  tersebut  untuk  mengobati  anaknya  yang  saat  ini  sedang  terbaring sakit  parah  di  rumah  sakit  dan  membutuhkan  uang  tersebut  untuk  biaya operasi  dan  biaya  rawatnya  untuk  kesembuhan  sang  anak.  Ibu  tersebut rela  menjual  harta  bendanya  demi  anaknya.
Mendengar  penuturan  sang  ibu  tersebut  sang  anak  pun  menjadi kagum  dan  percaya  akan  kejujuran  ibu  tersebut  dan  memutuskan  untuk memberikan  uang  yang  ia  temukan  kepadanya.  Setelah  diberikan,  sang ibu  mengucapkan  banyak  terima  kasih  kepada  sang  anak,  kemudian anak  tersebut  diajak  untuk  menengok  anak  dari  ibu  tersebut  di  rumah sakit.  Setelah  menyaksikan  sendiri  keadaan  di  rumah  sakit,  anak  tersebut menangis dan terharu akan perjuangan sang ibu.Sepulang dari rumahsakit, anak  tersebut  menceritakan  kepada  ibunya.  Sang  ibu  pun  memberikan Pujian  kepada  anaknya  karena  kemuliaan  hatinya  dengan  bersikap  jujur seraya  mengatakan,  “Benar  anakku,  kamu  tidak  boleh  mengambil  barang milik orang  lain,  walaupun  itu  di  jalanan,  karena  barang  itu  bukan  milik kita. ibu sangat bangga padamu nak, walaupun kita miskin namun kamu kaya akan kebaikan dan kejujuran. untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain. kamu sungguh anak yang baik nak ibu sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu.
Hari  ini  ibu  percaya,  kamu  sudah  menyelamatkan  satu jiwa  melalui  kebaikan  dan  kejujuranmu,  kamu  harus  jaga  terus  kejujuran mu,  karena  kejujuran  dapat  menyelamatkan  banyak  orang  dan  kejujuran adalah  mata  uang  yang  berlaku  di  mana-mana.  Apa  yang  bukan  milik  kita, pantang  untuk  kita  ambil”. Sebuah  pelajaran  yang  sangat  berharga  yang  dapat  kita  ambil  dari kisah  seorang  anak  dengan  kejujurannya.  Bayangkan  saja,  jika  seorang anak  tersebut  tidak  jujur  dan  membawa  lari  uang  tersebut,  maka  tentu anak  dari  sang  ibu  akan  meninggal  dunia  karena  tiada  biaya  untuk  berobat.
Begitu  juga  dengan  kehidupan  ini,  di  mana  ujian-ujian  terhadap  kejujuran di  pertaruhkan,  dan  parahnya  adalah  banyak  orang  yang  tidak  berani  atau enggan  untuk  jujur  demi  kepentingan  mereka,  padahal  tindakan  itu  nyata salah  di  depanhya.
Menjadi    seorang  wirausahawan    juga    harus    selalu    jujur    dalam menjalankan  usahanya.  Kiranya  seperti  apa  yang  dilakukan  oleh  Konosuke yang  sukses  disebabkan  mendapat  kepercayaan  dari  orang-orang,  bahkan membuat  dirinya  sebagai  tokoh  legendaris  Jepang  yang  tidak  lain  disebabkan  kejujurannya  dalam  bekerja  dan  menjalani  hidupnya.  Dengan  bersikap jujur  Anda  akan  dipercaya  oleh  orang  lain  sehingga  orang-orang  akan  kagum  dan  suka  bekerjasama  dengan  Anda,  baik  itu  karyawan,  partner, atau  donatur  dalam  perusahaan  yang  Anda  kelola.  Untuk  itu  bersikap  dan berbuat jujurlah  dalam  keadaan  apapun,  dan  jangan  sekali-kali  berbohong karena  sekali  Anda  berbohong,  maka  Anda  akan  berbohong  untuk  seterusnya.  Tentunya  mencegah  lebih  baik  dari  mengobati,  untuk  itu  mulailah perubahan  dari  sekarang.